Lompat ke Konten Utama
SultanLulu PPA Lembaga Pengaduan Perempuan dan Anak
Layanan Pengaduan 24 Jam Gratis, dirahasiakan, dan tanpa dipungut biaya 129

Cara Aman Menyimpan Bukti Kekerasan

Panduan Tim Pendamping SultanLulu PPA
Seseorang sedang menulis dengan saksama
Ilustrasi. Foto: Wikimedia Commons

Bukti sering menentukan jalannya perkara. Tetapi bagi korban yang masih tinggal serumah dengan pelaku, mengumpulkan bukti bisa berbahaya bila ketahuan. Karena itu urutannya selalu: keselamatan dulu, bukti kemudian.

Bila keadaan memungkinkan, hal-hal berikut layak disiapkan.

Yang Umumnya Berguna

  • Catatan kejadian bertanggal. Tanggal, jam, tempat, apa yang terjadi, siapa yang melihat. Catatan sederhana yang konsisten sering lebih berguna daripada satu foto tanpa keterangan.
  • Hasil pemeriksaan kesehatan. Berobat setelah kejadian sekaligus menghasilkan rekam medis. Katakan sejujurnya kepada tenaga kesehatan bagaimana luka itu terjadi.
  • Foto luka atau kerusakan barang dengan tanggal terlihat, bila aman diambil.
  • Pesan, rekaman panggilan, dan surel yang berisi ancaman.
  • Bukti keuangan untuk perkara penelantaran: mutasi rekening, tagihan yang tidak dibayar, atau utang atas nama korban.
  • Nama saksi — tetangga, rekan kerja, guru anak — beserta cara menghubunginya.

Menyimpan Bukti Digital

  1. Ambil tangkapan layar utuh, termasuk nama pengirim, tanggal, dan jam. Potongan pesan tanpa konteks lebih mudah dibantah.
  2. Jangan menghapus percakapan aslinya. Pesan asli di perangkat lebih kuat daripada salinannya.
  3. Simpan salinan di luar perangkat Anda — surel ke akun yang hanya Anda ketahui, atau titipkan pada orang yang dipercaya.
  4. Gunakan nama berkas yang netral. "Resep" atau "Catatan Belanja" lebih aman daripada "Bukti KDRT".
  5. Periksa siapa yang punya akses ke akun surel, penyimpanan awan, dan cadangan ponsel Anda.
Bukti yang membuat korban celaka sebelum sampai ke pendamping bukan bukti yang baik. Kami selalu menanyakan risikonya lebih dulu. Koordinator pendampingan hukum SultanLulu PPA

Yang Sebaiknya Dihindari

  • Memancing pelaku agar mengirim pesan ancaman demi mendapat bukti. Ini menaikkan risiko secara nyata.
  • Menyimpan seluruh bukti hanya di satu ponsel yang bisa dirampas atau dirusak.
  • Menyebarkan bukti di media sosial. Selain membahayakan, ini dapat mempersulit proses hukum dan berbalik merugikan Anda.
  • Membersihkan tempat kejadian atau mencuci pakaian bila akan dilakukan pemeriksaan medis untuk perkara kekerasan seksual.

Bukti Belum Ada? Tetap Boleh Mengadu

Kami tidak pernah meminta bukti sebagai syarat menerima aduan. Banyak korban datang tanpa membawa apa pun, dan itu wajar. Petugas akan menilai bersama Anda apa yang masih mungkin dikumpulkan dan apakah aman dilakukan. Alurnya dapat dibaca pada halaman alur pengaduan.

Perangkat Bersama Berarti Riwayat Terlihat

Tombol “Keluar Cepat” di halaman ini tidak menghapus riwayat peramban. Bila ponsel atau komputer dipakai bersama, gunakan mode penyamaran atau perangkat lain saat membaca dan menyimpan hal-hal seperti ini.

Tulisan Lainnya