Ketika orang mendengar kata kekerasan dalam rumah tangga, yang terbayang biasanya memar dan bentakan. Padahal ada bentuk yang tidak meninggalkan jejak di tubuh, berjalan bertahun-tahun, dan sering dianggap sekadar "cara mengatur keuangan keluarga": kekerasan ekonomi.
Bentuk ini paling sering luput karena korban sendiri kerap tidak menamainya sebagai kekerasan. Yang ia rasakan hanya satu — tidak punya pilihan.
Bentuk yang Paling Sering Kami Temui
- Menahan nafkah padahal mampu, atau memberi dengan jumlah yang sengaja tidak cukup.
- Melarang bekerja atau menyabotase pekerjaan pasangan, misalnya dengan terus meneleponnya saat jam kerja atau menyembunyikan seragam kerjanya.
- Menguasai seluruh penghasilan pasangan, termasuk mengambil kartu ATM dan menentukan setiap pengeluaran kecil.
- Menuntut laporan atas setiap rupiah, disertai marah bila dianggap berlebihan.
- Berutang atas nama pasangan tanpa sepengetahuannya, termasuk lewat pinjaman daring.
- Menjual atau menggadaikan harta bersama secara sepihak.
- Menelantarkan kebutuhan anak — biaya sekolah, kesehatan, dan makan — padahal mampu.
Yang membedakan pengaturan keuangan dan kekerasan ekonomi bukan siapa yang memegang uang, melainkan apakah pasangan punya suara dan punya akses. Materi edukasi pencegahan SultanLulu PPA
Mengapa Sulit Dilepaskan
Kekerasan ekonomi bekerja dengan mempersempit pilihan. Korban yang tidak punya penghasilan, tidak punya rekening sendiri, dan tidak punya tempat tujuan akan berpikir berkali-kali sebelum pergi — terutama bila ada anak. Inilah sebabnya pertanyaan "kenapa tidak pergi saja?" hampir selalu salah sasaran.
Yang Bisa Dilakukan Lebih Dulu
- Kumpulkan dokumen penting. Kartu keluarga, akta kelahiran anak, kartu identitas, buku nikah, dan dokumen kepemilikan. Simpan salinannya di tempat yang aman — rumah kerabat, misalnya.
- Catat pola pengeluaran dan pemasukan. Catatan sederhana bertanggal sangat membantu bila kelak perlu dibuktikan.
- Siapkan akses keuangan sendiri sekecil apa pun, bila memungkinkan dan aman dilakukan.
- Periksa utang atas nama Anda. Bila ada pinjaman yang tidak Anda ajukan, ini perlu ditangani lebih awal.
- Bicarakan dengan pendamping sebelum mengambil langkah besar, agar risikonya bisa dinilai bersama.
Pemulihan Ekonomi Bagian dari Pendampingan
Korban yang kehilangan penghasilan tidak cukup dibantu dari sisi hukum saja. Karena itu kami merujuk ke layanan pemulihan ekonomi dan pelatihan keterampilan lewat layanan rujukan, agar keputusan untuk keluar dari situasi berbahaya tidak berujung pada kesulitan baru.
Hati-hati Saat Menyiapkan Dokumen
Bila pelaku tinggal serumah, mengumpulkan dokumen dapat menambah risiko bila ketahuan. Bicarakan caranya dengan pendamping lebih dulu. Keselamatan selalu lebih penting daripada kelengkapan berkas.