Sepanjang 2025, SultanLulu PPA menerima 1.284 pengaduan dan mendampingi 946 korban di sembilan kota. Angka ini naik dibanding tahun sebelumnya.
Kenaikan seperti ini sering langsung dibaca sebagai "kasus bertambah". Kami memilih lebih berhati-hati. Yang benar-benar kami ukur adalah jumlah orang yang memutuskan untuk bicara, bukan jumlah kejadian. Keduanya tidak sama, dan yang kedua tetap tidak pernah kami ketahui seluruhnya.
Rekapitulasi Layanan
| Indikator | Jumlah |
|---|---|
| Pengaduan diterima | 1.284 |
| Korban didampingi | 946 |
| Pendampingan hukum | 312 |
| Konseling psikologis | 508 |
| Penempatan rumah aman | 74 |
| Rujukan ke layanan negara | 231 |
| Kegiatan edukasi pencegahan | 63 |
| Peserta edukasi | 4.870 |
Dari Mana Aduan Datang
| Kanal | Porsi |
|---|---|
| 51% | |
| Telepon | 22% |
| Formulir daring | 14% |
| Datang langsung | 9% |
| Rujukan lembaga lain | 4% |
Dominasi WhatsApp inilah yang mendasari keputusan kami menjaga kanal pengaduan sepanjang hari mulai Juli 2026, sebagaimana diumumkan terpisah.
Siapa yang Menyampaikan
Sekitar 58 persen aduan disampaikan korban sendiri. Sisanya datang dari keluarga, teman, tetangga, guru, dan petugas layanan lain. Angka ini menegaskan hal yang sering kami sampaikan: pengadu tidak harus korban.
Naiknya angka pengaduan bukan kabar buruk dengan sendirinya. Yang buruk adalah bila kekerasan tetap terjadi dan tidak ada satu pun yang sampai ke layanan. Ketua Pengurus SultanLulu PPA
Yang Belum Berhasil Kami Kerjakan
Laporan yang hanya memuat keberhasilan tidak berguna bagi siapa pun. Berikut catatan yang menjadi pekerjaan rumah kami.
- Waktu tunggu konseling masih panjang di dua kota, karena jumlah psikolog mitra belum memadai.
- Kapasitas rumah aman terbatas. Sebagian korban terpaksa dirujuk ke lembaga lain.
- Pendampingan di luar sembilan kota masih bergantung pada mitra, sehingga mutunya tidak selalu seragam.
- Beban pendamping tinggi. Ini berisiko pada kelelahan yang pada akhirnya merugikan korban juga.
Catatan Metode
Seluruh angka di atas berupa rekapitulasi internal, bukan hasil survei, dan hanya mewakili orang yang sampai ke layanan kami. Angka ini tidak dapat dipakai untuk menyimpulkan besaran kekerasan di suatu wilayah. Rincian lebih lengkap tersedia pada halaman transparansi.
Tidak Ada Data Korban di Sini
Seluruh angka bersifat agregat. Identitas, alamat, dan rincian kasus korban tidak pernah kami terbitkan.