Lompat ke Konten Utama
SultanLulu PPA Lembaga Pengaduan Perempuan dan Anak
Layanan Pengaduan 24 Jam Gratis, dirahasiakan, dan tanpa dipungut biaya 129

Catatan Layanan 2025: 1.284 Pengaduan Diterima

Laporan Redaksi SultanLulu PPA
Sekelompok anak berkegiatan bersama
Ilustrasi. Foto: Wikimedia Commons

Sepanjang 2025, SultanLulu PPA menerima 1.284 pengaduan dan mendampingi 946 korban di sembilan kota. Angka ini naik dibanding tahun sebelumnya.

Kenaikan seperti ini sering langsung dibaca sebagai "kasus bertambah". Kami memilih lebih berhati-hati. Yang benar-benar kami ukur adalah jumlah orang yang memutuskan untuk bicara, bukan jumlah kejadian. Keduanya tidak sama, dan yang kedua tetap tidak pernah kami ketahui seluruhnya.

Rekapitulasi Layanan

Januari–Desember 2025.
IndikatorJumlah
Pengaduan diterima1.284
Korban didampingi946
Pendampingan hukum312
Konseling psikologis508
Penempatan rumah aman74
Rujukan ke layanan negara231
Kegiatan edukasi pencegahan63
Peserta edukasi4.870

Dari Mana Aduan Datang

KanalPorsi
WhatsApp51%
Telepon22%
Formulir daring14%
Datang langsung9%
Rujukan lembaga lain4%

Dominasi WhatsApp inilah yang mendasari keputusan kami menjaga kanal pengaduan sepanjang hari mulai Juli 2026, sebagaimana diumumkan terpisah.

Siapa yang Menyampaikan

Sekitar 58 persen aduan disampaikan korban sendiri. Sisanya datang dari keluarga, teman, tetangga, guru, dan petugas layanan lain. Angka ini menegaskan hal yang sering kami sampaikan: pengadu tidak harus korban.

Naiknya angka pengaduan bukan kabar buruk dengan sendirinya. Yang buruk adalah bila kekerasan tetap terjadi dan tidak ada satu pun yang sampai ke layanan. Ketua Pengurus SultanLulu PPA

Yang Belum Berhasil Kami Kerjakan

Laporan yang hanya memuat keberhasilan tidak berguna bagi siapa pun. Berikut catatan yang menjadi pekerjaan rumah kami.

  • Waktu tunggu konseling masih panjang di dua kota, karena jumlah psikolog mitra belum memadai.
  • Kapasitas rumah aman terbatas. Sebagian korban terpaksa dirujuk ke lembaga lain.
  • Pendampingan di luar sembilan kota masih bergantung pada mitra, sehingga mutunya tidak selalu seragam.
  • Beban pendamping tinggi. Ini berisiko pada kelelahan yang pada akhirnya merugikan korban juga.

Catatan Metode

Seluruh angka di atas berupa rekapitulasi internal, bukan hasil survei, dan hanya mewakili orang yang sampai ke layanan kami. Angka ini tidak dapat dipakai untuk menyimpulkan besaran kekerasan di suatu wilayah. Rincian lebih lengkap tersedia pada halaman transparansi.

Tidak Ada Data Korban di Sini

Seluruh angka bersifat agregat. Identitas, alamat, dan rincian kasus korban tidak pernah kami terbitkan.

Tulisan Lainnya