Sebagian besar anak tidak mengadu. Bukan karena tidak ingin, melainkan karena tidak punya kata untuk menjelaskan, takut tidak dipercaya, atau karena orang yang menyakitinya justru orang yang seharusnya melindunginya. Karena itu tanda-tanda kekerasan lebih sering terlihat daripada terdengar.
Kabar baiknya, orang dewasa yang setiap hari bertemu anak — guru, wali kelas, penjaga kantin, tetangga — punya peluang paling besar untuk menyadarinya lebih dulu.
Perubahan Perilaku Biasanya Muncul Lebih Dulu
Tanda fisik tidak selalu ada, dan bila ada pun sering tertutup pakaian. Yang lebih dulu terlihat justru perubahan perilaku, terutama bila perubahannya mendadak dan menetap.
- Anak yang biasanya ramai tiba-tiba menarik diri, atau sebaliknya.
- Prestasi belajar turun tajam tanpa sebab yang jelas.
- Sering terlambat, sering bolos, atau justru enggan pulang saat jam pulang.
- Takut berlebihan pada orang atau tempat tertentu.
- Kembali ke perilaku usia yang lebih muda, seperti mengompol lagi.
- Sulit tidur, sering mimpi buruk, atau mengeluh sakit perut dan sakit kepala berulang tanpa penyebab medis.
- Menyakiti diri sendiri.
- Pengetahuan atau perilaku seksual yang tidak sesuai usianya.
Tanda Penelantaran Sering Dianggap Sekadar Kemiskinan
Anak yang datang tanpa sarapan, memakai seragam yang tidak pernah dicuci, atau luka yang tidak pernah diobati mudah dianggap "keluarganya memang tidak mampu". Perbedaannya terletak pada keteraturannya: keluarga yang tidak mampu tetap berusaha, sedangkan penelantaran menunjukkan pola tidak diurus meski keadaan memungkinkan.
Satu tanda tidak membuktikan apa-apa. Yang perlu diperhatikan adalah kumpulan tanda yang muncul bersamaan dan menetap. Materi edukasi pencegahan SultanLulu PPA
Yang Sebaiknya Dilakukan
- Catat, jangan mengandalkan ingatan. Tulis tanggal, apa yang terlihat, dan apa yang dikatakan anak dengan kata-katanya sendiri.
- Beri ruang, jangan mengorek. Cukup katakan bahwa Anda ada bila ia ingin bercerita.
- Jangan menjanjikan kerahasiaan mutlak. Bila anak dalam bahaya, Anda perlu melibatkan pihak lain. Katakan sejujurnya sejak awal.
- Jangan memeriksa tubuh anak sendiri. Pemeriksaan adalah pekerjaan tenaga kesehatan.
- Hubungi pendamping. Anda tidak perlu memastikan lebih dulu — memastikan justru bukan tugas Anda.
Yang Sebaiknya Dihindari
- Menanyai anak di depan banyak orang, apalagi di depan orang yang mungkin terkait.
- Menyebarkan dugaan di grup pesan wali murid atau media sosial.
- Memotret kondisi anak untuk dijadikan "bukti".
- Mempertemukan anak dengan pihak yang ditakutinya demi "klarifikasi".
Bila Ragu, Tetap Sampaikan
Banyak orang menunda karena takut salah menuduh. Padahal menghubungi lembaga layanan bukan menuduh siapa pun — yang Anda lakukan hanyalah menyampaikan kekhawatiran agar dinilai orang yang terlatih. Bila ternyata tidak ada apa-apa, tidak ada kerugian bagi siapa pun. Bila ternyata ada, Anda mungkin baru saja memutus rantai yang bisa berlangsung bertahun-tahun.
Bila Anak Dalam Bahaya Sekarang
Hubungi 110 (Kepolisian) atau 129 / WhatsApp 0811 129 129 (SAPA 129, Kementerian PPPA).