Lompat ke Konten Utama
SultanLulu PPA Lembaga Pengaduan Perempuan dan Anak
Layanan Pengaduan 24 Jam Gratis, dirahasiakan, dan tanpa dipungut biaya 129

Mendampingi Teman atau Tetangga yang Mengalami Kekerasan

Panduan Tim Pendamping SultanLulu PPA
Anak-anak membaca buku bersama
Ilustrasi. Foto: Wikimedia Commons

Sebagian besar korban tidak pertama kali bercerita kepada lembaga layanan. Mereka bercerita kepada teman, saudara, atau tetangga. Artinya, orang biasa — tanpa pelatihan apa pun — sering menjadi pintu pertama. Apa yang terjadi di pintu itu sangat menentukan.

Tiga Kalimat yang Paling Membantu

  • “Aku percaya sama kamu.”
  • “Ini bukan salah kamu.”
  • “Kamu mau aku bantu apa?”

Kalimat ketiga penting karena mengembalikan kendali kepada korban. Kekerasan bekerja dengan merampas kendali; pemulihan dimulai ketika kendali itu kembali, sekecil apa pun bentuknya.

Yang Sebaiknya Tidak Dikatakan

  • “Kenapa nggak pergi aja dari dulu?” — pertanyaan ini terdengar seperti menyalahkan.
  • “Sabar, demi anak.” — menahan korban dalam bahaya.
  • “Masa sih? Dia kan baik.” — menutup pintu untuk selamanya.
  • “Aku urus deh, biar aku yang datangi dia.” — menaikkan risiko tanpa persetujuan korban.
Yang paling dibutuhkan biasanya bukan nasihat, melainkan seseorang yang percaya tanpa banyak bertanya. Materi pelatihan kader pencegahan SultanLulu PPA

Menghargai Keputusan Korban

Korban mungkin belum siap melapor, belum siap pergi, atau kembali kepada keadaan semula setelah sempat pergi. Ini menjengkelkan bagi orang yang menyayanginya, tetapi keputusan itu biasanya punya alasan yang tidak terlihat dari luar — anak, uang, tempat tinggal, atau ancaman yang belum diceritakan.

Yang bisa Anda lakukan adalah tetap ada. Orang yang merasa akan dimarahi bila kembali biasanya berhenti bercerita, dan justru saat itulah ia paling sendirian.

Bantuan Praktis yang Nyata Berguna

  1. Menjadi tempat penitipan. Menyimpan salinan dokumen penting, tas kecil berisi kebutuhan mendesak, atau kunci cadangan.
  2. Menjadi kontak darurat. Sepakati satu kata sandi sederhana yang berarti "tolong, sekarang".
  3. Menemani, bukan mewakili. Ikut ke layanan kesehatan atau kantor polisi bila diminta.
  4. Membantu urusan harian. Menjaga anak beberapa jam kadang lebih berarti daripada nasihat panjang.
  5. Mencatat tanggal. Bila korban bercerita, catat waktunya. Kelak catatan ini dapat membantu, tetapi jangan disimpan di tempat yang bisa diakses pelaku.

Batas yang Perlu Anda Jaga

Anda bukan penyidik, bukan pengacara, dan bukan psikolog. Jangan mengonfrontasi pelaku, jangan menyebar cerita di grup pesan atau media sosial, dan jangan berjanji merahasiakan segalanya bila ada nyawa yang terancam. Sampaikan sejak awal bahwa dalam keadaan berbahaya Anda akan mencari bantuan.

Menjadi tempat bercerita juga melelahkan. Bila Anda merasa kewalahan, konseling untuk pendamping tersedia gratis lewat layanan pendampingan psikologis kami.

Bila Ada Bahaya Langsung

Jangan menunggu persetujuan. Hubungi 110 (Kepolisian) atau 129 / WhatsApp 0811 129 129 (SAPA 129, Kementerian PPPA).

Tulisan Lainnya